KPK benarkan OTT terkait lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026 dan amankan sejumlah pihak. Kepala BNPB bantah ada operasi. Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Di sisi lain, jajaran pimpinan BNPB memberikan respons dan tanggapan berbeda terkait kabar penangkapan tersebut. Simak perkembangan selengkapnya.
PARLE.MY.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10/2026). Operasi ini dilaporkan sebagai OTT ke-22 yang dilancarkan lembaga antirasuah tersebut sepanjang tahun 2026.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Sejumlah pihak telah diamankan dan sedang dimintai keterangan,” ujar Setyo Budiyanto dalam keterangannya (ANTARA, 13 Oktober 2026). Setyo menyampaikan bahwa rincian lebih lanjut mengenai konstruksi perkara dan identitas pihak-pihak yang ditangkap akan disampaikan secara resmi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Meski demikian, pihak kepolisian dan penyidik KPK belum mengumumkan secara terperinci mengenai identitas, jumlah pasti pihak yang ditangkap, jabatan, dugaan tindak pidana, maupun barang bukti yang disita dari lokasi. Sesuai dengan Hukum Acara Pidana, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut (ANTARA, 13 Oktober 2026).
BNPB Berikan Tanggapan Berbeda
Di sisi lain, jajaran pimpinan BNPB memberikan respons dan tanggapan berbeda terkait kabar penangkapan tersebut. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto membantah adanya kegiatan operasi tangkap tangan di lembaganya (Warta Ekonomi, 13 Oktober 2026).
Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan pihaknya belum menerima informasi resmi terkait operasi tersebut dan menegaskan tidak ada penindakan di area gedung kantor pusat BNPB sejak pagi hingga siang hari (iNews.id, 13 Oktober 2026).
Perbedaan keterangan tersebut memunculkan perkiraan bahwa lokasi pelaksanaan OTT oleh penyidik KPK dimungkinkan terjadi di luar gedung kantor pusat BNPB atau melibatkan pihak luar yang terafiliasi dengan proyek di lingkungan lembaga tersebut.
Catatan Redaksi & Kronologi Keterangan Resmi
Berikut adalah ringkasan kronologi pembaruan informasi terkini dari masing-masing pihak pada Selasa, 13 Oktober 2026:
| Waktu Terbit (13 Okt 2026) | Sumber Media / Lembaga | Detail Keterangan yang Disampaikan |
| 19.17 WIB |
iNews.id |
Laporan awal konfirmasi Ketua KPK Setyo Budiyanto mengenai OTT di lingkungan BNPB. |
| 19.23 WIB |
ANTARA |
Mengonfirmasi OTT ke-22 KPK pada 2026; sejumlah pihak diamankan dan dimintai keterangan. |
| 19.44 WIB |
Warta Ekonomi |
Memuat pernyataan bantahan langsung dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. |
| 19.52 WIB |
iNews.id / Humas BNPB |
BNPB menyatakan tidak ada penindakan OTT di kompleks kantor pusat BNPB sejak pagi hingga siang. |
Redaksi PARLE.MY.ID terus memantau perkembangan resmi dari Juru Bicara KPK guna memperbarui informasi mengenai penentuan status hukum, barang bukti, serta lokasi pasti pelaksanaan operasi. (Parle-01)


