Ruang tamu lebih nyaman dan rapi dengan 5 prinsip penataan ala feng shui. Dalam tradisi penataan ruang tradisional seperti feng shui, tata letak perabotan dipercaya memiliki korelasi dengan penciptaan suasana harmonis di dalam hunian. Dalam aturan feng shui, sofa utama dianjurkan memiliki sandaran atau penopang yang kokoh di bagian belakangnya, seperti menempel pada dinding. Simak panduan posisi sofa, meja, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara yang fungsional.
PARLE.MY.ID, JAKARTA — Ruang tamu sering kali menjadi pusat aktivitas serta area pertama yang dilihat ketika seseorang berkunjung ke rumah. Penataan perabotan yang terlalu padat atau penempatan posisi duduk yang kurang tepat kerap membuat ruangan terasa sempit, pengap, dan mengurangi kenyamanan saat menerima tamu.
Dalam tradisi penataan ruang tradisional seperti feng shui, tata letak perabotan dipercaya memiliki korelasi dengan penciptaan suasana harmonis di dalam hunian (detikJogja, 7 Agustus 2026). Meskipun demikian, prinsip-prinsip tersebut sejatinya sejalan dengan kaidah desain interior modern yang mengutamakan fungsi, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas.
Berikut adalah 5 prinsip penataan ruang tamu berdasarkan panduan feng shui yang dapat diterapkan secara praktis untuk menciptakan ruangan yang lebih lapang dan nyaman:
1. Tempatkan Sofa Utama di Dekat Dinding Kokoh
Dalam aturan feng shui, sofa utama dianjurkan memiliki sandaran atau penopang yang kokoh di bagian belakangnya, seperti menempel pada dinding (detikProperti, 19 Maret 2025). Posisi ini memberikan rasa aman secara psikologis bagi orang yang duduk.
-
Penerapan Praktis: Atur posisi sofa agar penghuni dapat melihat ke arah pintu masuk dengan jelas, namun hindari menempatkannya tepat pada garis lurus bukaan pintu agar privasi tetap terjaga (detikProperti, 19 Maret 2025).
2. Jangan Menghalangi Jalur Masuk (Sirkulasi Terbuka)
Ruang gerak yang longgar merupakan kunci utama kenyamanan ruang tamu. Hindari menempatkan meja besar atau kursi tambahan di jalur utama lalu lalang orang berjalan (Feng Shui Signal).
-
Penerapan Praktis: Atur jarak antarperabotan sehingga setiap orang dapat berjalan melintasi ruangan tanpa harus bergeser atau berputar secara sempit. Jalur yang terbuka juga menjaga kelancaran sirkulasi udara di dalam ruangan (detikJogja, 7 Agustus 2026).
3. Susun Tempat Duduk untuk Mendukung Percakapan
Tata letak sofa dan kursi pendamping sebaiknya dirancang agar interaksi sosial terasa akrab. Menata kursi saling berhadapan atau sedikit membentuk sudut (L-shape) sangat dianjurkan (Feng Shui Signal).
-
Penerapan Praktis: Pastikan jarak antar-sofa tidak terlalu jauh agar obrolan terasa hangat, namun tetap menyediakan ruang kosong yang cukup di bagian tengah agar ruangan tidak terkesan penuh sesak seperti lorong (Feng Shui Signal).
4. Maksimalkan Pencahayaan dan Sirkulasi Udara
Pencahayaan yang baik dan udara segar adalah elemen penting dalam setiap ruang tamu. Ruangan yang terang tidak hanya tampak lebih luas, tetapi juga meningkatkan mood penghuninya (detikJogja, 7 Agustus 2026).
-
Penerapan Praktis: Buka tirai jendela pada siang hari untuk memaksimalkan cahaya matahari alami. Jika posisi ruangan minim jendela, tambahkan lampu sudut atau lampu gantung yang hangat. Pastikan ventilasi udara berfungsi optimal agar ruangan tidak pengap (detikJogja, 7 Agustus 2026).
5. Rapikan Perabotan dan Pilih Dekorasi Proporsional
Menumpuk terlalu banyak barang hiasan di atas meja kopi atau membiarkan sudut ruangan dipenuhi barang tak terpakai dapat mengganggu estetika visual (Decor Copilot).
-
Penerapan Praktis: Batasi jumlah pajangan di meja agar tetap rapi. Pilih meja kopi bertepi tumpul atau membulat demi keamanan apabila rumah sering dikunjungi anak-anak. Penambahan tanaman hias indoor juga dapat mempersegar suasana selama tidak menghalangi jalur gerak (Decor Copilot; detikJogja, 7 Agustus 2026).


